Aquasains: Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP <div id="aquasains-about-container" style="font-family: 'Segoe UI', Tahoma, Geneva, Verdana, sans-serif; color: #333; max-width: 1100px; margin: auto; background: #fff; padding: 30px; border-radius: 16px; border: 1px solid #e2e8f0; box-shadow: 0 10px 25px rgba(0,0,0,0.05);"> <div style="display: flex; flex-wrap: wrap; gap: 30px; border-bottom: 5px solid #fbbf24; padding-bottom: 30px; margin-bottom: 40px; align-items: flex-start;"> <div style="flex: 0 0 240px; margin: auto;"><img style="width: 100%; border-radius: 12px; box-shadow: 0 12px 20px rgba(6, 78, 59, 0.2);" src="https://jurnal.fp.unila.ac.id/public/journals/9/cover_issue_508_en_US.jpg" alt="Aquasains Cover" /></div> <div style="flex: 1; min-width: 320px;"> <div style="display: inline-block; background: #ecfdf5; color: #064e3b; padding: 5px 15px; border-radius: 50px; font-size: 13px; font-weight: 800; border: 1px solid #064E3B; margin-bottom: 15px; letter-spacing: 1px;">SCIENTIFIC COMMUNICATION JOURNAL</div> <h1 style="color: #064e3b; margin: 0 0 10px 0; font-size: 28px; font-weight: 800; line-height: 1.2;">Aquasains: Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan</h1> <p style="font-size: 14px; color: #64748b; margin-bottom: 15px; font-weight: 600;">p-ISSN: 2301-816X | e-ISSN: 2579-7638</p> <p style="text-align: justify; margin: 0 0 20px 0; font-size: 15px; line-height: 1.7;"><strong>Aquasains</strong> is a periodical journal that serves as a means of scientific communication to disseminate research results. Areas of study include the exploration and management of aquatic and marine resources.</p> <div style="display: flex; gap: 15px; align-items: center;"><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/2302" target="_blank" rel="noopener"> <img style="border-radius: 4px; border: 1px solid #eee;" src="https://jurnal.fp.unila.ac.id/public/site/images/heroe/sinta5ff.jpg" alt="Sinta Logo" height="60" /> </a></div> </div> </div> <div style="text-align: center; margin-bottom: 50px; background: #f0fdf4; padding: 25px; border-radius: 12px; border: 1px solid #dcfce7;"> <h3 style="color: #064e3b; margin-top: 0; font-size: 18px;">Submission &amp; Participation</h3> <p style="font-size: 14px; margin-bottom: 15px;">We strongly prefer to receive manuscripts via our online submission system.</p> <a class="aqua-action-btn" href="https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/login/signIn">LOGIN</a> <a class="aqua-action-btn" style="background: #fbbf24; color: #333;" href="https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/user/register">REGISTRATION</a> <div style="margin-top: 20px; border-top: 1px solid #bdf2d5; pt: 15px;"><a class="aqua-nav-btn" href="#focus">Focus &amp; Scope</a> <a class="aqua-nav-btn" href="#review">Peer Review</a> <a class="aqua-nav-btn" href="#ethics">Publication Ethics</a> <a class="aqua-nav-btn" href="#contact">Contact Address</a></div> </div> <div id="focus" style="margin-bottom: 50px; scroll-margin-top: 20px;"> <h2 style="color: #064e3b; border-left: 6px solid #fbbf24; padding-left: 15px; font-size: 24px; text-transform: uppercase;">Focus and Scope</h2> <div style="background: #f8fafc; padding: 25px; border-radius: 12px; margin-top: 20px; border: 1px solid #eef2f6;"> <p style="text-align: justify; line-height: 1.8;">Aquasains serves as a means of scientific communication for the exploration and management of aquatic and marine resources. The editorial board may abbreviate or refine the manuscript without altering intent. <strong>Frequency:</strong> Published twice a year (<strong>March and November</strong>), or previously January-June and July-December editions.</p> </div> </div> </div> en-US eko.efendi@fp.unila.ac.id (Eko Efendi) aquasains@gmail.com (Redaktur) Mon, 17 Nov 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Status Keberlanjutan Wisata Pantai Bensam di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13421 <p>Perkembangan kegiatan pariwisata di wilayah pesisir perlu diimbangi dengan sistem pengelolaan yang berkelanjutan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Pantai Bensam merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang terus berkembang di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis status keberlanjutan wisata Pantai Bensam berdasarkan dimensi keberlanjutan; dan (2) mengidentifikasi atribut sensitif yang memengaruhi tingkat keberlanjutan wisata Pantai Bensam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 di Pantai Bensam dengan menggunakan metode survei, observasi lapangan, wawancara, serta penyebaran kuesioner kepada pengelola, masyarakat, dan wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Multi-Dimensional Scaling (MDS) dengan pendekatan <em>Rapid Appraisal for Fisheries</em> (RAPFISH), analisis leverage, dan analisis Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan wisata Pantai Bensam sebesar 83,50 pada skala 0–100, yang termasuk dalam kategori sangat berkelanjutan. Dimensi teknologi dan infrastruktur memperoleh nilai tertinggi sebesar 93,26 dengan atribut paling sensitif berupa transportasi umum, sedangkan dimensi sosial memperoleh nilai terendah sebesar 75,88 dengan atribut paling sensitif berupa keragaman suku. Hasil perbandingan antara indeks keberlanjutan berdasarkan analisis MDS dan Monte Carlo menunjukkan selisih yang relatif kecil, yaitu 2,05–3,36. Selisih indeks keberlanjutan secara keseluruhan sebesar 2,64 menunjukkan bahwa hasil analisis relatif stabil dan konsisten sehingga dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam perumusan pengelolaan wisata Pantai Bensam yang berkelanjutan.</p> amalia amalia azzahra; Herman Yulianto, Darma Yuliana, Abdullah Aman Damai Copyright (c) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13421 Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) untuk Meningkatkan Produksi Benih Berkualitas: Tinjauan Literatur https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13412 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pembenihan merupakan tahap penting dalam kegiatan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) karena ketersediaan benih yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan produksi. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kualitas benih dipengaruhi oleh pengelolaan induk, teknik pemijahan, kualitas udara, sistem pemeliharaan, serta penerapan teknologi pada pembenihan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teknologi dan manajemen pembenihan ikan nila dalam mendukung peningkatan produksi benih yang berkualitas. Metode yang digunakan adalah observasi pustaka (tinjauan pustaka) terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2016–2026 dan diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, kemudian dijelaskan secara deskriptif-komparatif berdasarkan aspek manajemen induk, pemijahan, pemeliharaan larva dan benih, kualitas udara, sistem wadah, serta teknologi pembenihan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan induk dan rasio pemijahan yang tepat dapat mendukung produksi larva dan kelangsungan hidup benih. Kualitas udara yang meliputi pH, oksigen terlarut, suhu, dan kecerahan juga perlu dipantau secara rutin untuk menjaga kondisi lingkungan tetap terjaga. Selain itu, pemilihan sistem wadah dapat mempengaruhi produktivitas larva, sedangkan penerapan teknologi bioflok memiliki potensi untuk mendukung pertumbuhan, pemanfaatan pakan, dan pengelolaan lingkungan pembenihan.</span></span></p> Fauzi Rahmatullah Copyright (c) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13412 Biologi Reproduksi dan Histologi Gonad Bivalvia Metode Systematic Literature Review sebagai Dasar Penelitian Kerang Pokea (Batissa violacea var. celebensis) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13407 <p>Kerang Pokea (<em>Batissa violacea var. celebensis</em>) merupakan bivalvia bernilai ekonomi penting yang menghadapi ancaman serius akibat eksploitasi berlebihan dan degradasi habitat. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis temuan dari publikasi jurnal mengenai biologi reproduksi bivalvia yang berkerabat dekat dengan kerang pokea untuk memetakan dinamika gametogenesis, indikator kematangan, dan strategi adaptasi populasi. Metode yang digunakan adalah analisis komprehensif terhadap parameter Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), serta pengaruh faktor lingkungan dan antropogenik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa bivalvia di perairan tropis umumnya menerapkan strategi seleksi-r dengan mempercepat kematangan gonad pada ukuran tubuh yang lebih kecil sebagai respons terhadap tekanan lingkungan. Nilai IKG terbukti berkorelasi positif dengan perkembangan TKG, di mana puncak pemijahan sangat dipengaruhi oleh kelimpahan nutrisi (klorofil-a) dan stabilitas suhu. Secara spasial, penelitian biologi reproduksi pokea selama satu dekade terakhir didominasi oleh populasi di Sulawesi Tenggara dan Sumatera, sementara data untuk wilayah Jawa Barat masih terbatas. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemahaman histologi gonad sangat krusial bagi manajemen perikanan berkelanjutan. Implikasi dari temuan ini menekankan perlunya penelitian spesifik lokasi di wilayah yang belum tersentuh guna menetapkan regulasi batas ukuran layak tangkap dan musim larang tangkap yang berbasis data ilmiah.</p> Tengku Diane Nisrina Fauziah Copyright (c) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13407 Struktur Komunitas Gastropoda pada Vegetasi Mangrove di Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13375 <p>Ekosistem mangrove di Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, memiliki peran penting ekologis sebagai habitat bagi berbagai biota, termasuk Gastropoda yang berfungsi sebagai bioindikator lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas Gastropoda serta hubungannya dengan vegetasi mangrove dan kondisi lingkungan perairan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2026 menggunakan metode <em>purposive sampling</em> pada enam stasiun pengamatan. Analisis data mencakup Indeks Nilai Penting (INP) mangrove, struktur komunitas Gastropoda (kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi), pola sebaran menggunakan Indeks Morisita, serta hubungan parameter lingkungan menggunakan <em>Principal Component Analysis</em> (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Desa Sumbernadi bersifat monodominan, dengan spesies <em>Avicennia marina</em> mendominasi seluruh stasiun (INP 300%). Kualitas perairan (suhu, salinitas, pH, dan DO) masih dalam kisaran yang mendukung kehidupan biota. Komunitas Gastropoda didominasi oleh spesies <em>Assiminea brevicula</em> dengan pola sebaran cenderung mengelompok. Indeks keanekaragaman (H': 0,11-0,74) dan keseragaman (E: 0,05-0,33) tergolong rendah, sementara indeks dominasi (C: 0,56-0,96) tergolong tinggi. Hasil PCA mengonfirmasi bahwa komunitas Gastropoda sangat dipengaruhi oleh dominasi vegetasi mangrove <em>Avicennia marina</em>, kualitas perairan, serta karakteristik substrat <em>sandy mud</em> dan <em>muddy sand</em>. Diperlukan upaya pemantauan dan pengelolaan habitat secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas ekosistem dan keanekaragaman jenis Gastropoda di kawasan tersebut.</p> Haris Sinaga Copyright (c) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13375 Struktur Komunitas Makrozoobentos Di Wisata Mangrove Dusun Pegantungan, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13340 <p>Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir tropis yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan berperan penting sebagai habitat berbagai biota. Salah satu kelompok biota yang hidup di ekosistem mangrove adalah makrozoobentos, yaitu organisme yang hidup di permukaan maupun di dalam sedimen dasar perairan. Makrozoobentos berperan dalam proses dekomposisi bahan organik dan dapat mencerminkan kondisi lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas makrozoobentos serta hubungan kerapatan vegetasi mangrove dan kualitas perairan terhadap kelimpahan makrozoobentos di Wisata Mangrove Dusun Pegantungan, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian dilaksanakan pada Februari dan April 2026 menggunakan metode purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan dengan metode transek kuadran. Hasil penelitian menunjukkan vegetasi mangrove terdiri atas <em>Rhizophora mucronata</em>, <em>Rhizophora stylosa</em>, <em>Bruguiera gymnorrhiza</em>, dan <em>Ceriops tagal</em> dengan kerapatan 3.633–6.999 ind/ha. Makrozoobentos yang ditemukan terdiri atas 13 genus dan 17 spesies yang didominasi oleh kelas Gastropoda (15 spesies) dan Crustacea (2 spesies) dengan kepadatan 33,67–78,99 ind/100 m². Nilai indeks keanekaragaman (H') berkisar 0,58–0,94 (rendah), keseragaman (E) 0,58–0,86 (sedang), dan indeks dominansi (C) 0,34–0,61 (rendah). Hubungan mangrove <em>Rhizophora mucronata</em> dengan spesies <em>Terebralia sulcata</em> termasuk kategori hubungan positif dengan nilai koefisien korelasi (0,724).</p> rezhati rahmalia Copyright (c) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13340 Pemetaan Komoditas Ekspor dan Impor Krustasea Tahun 2023-2025 Berdasarkan Data Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Banten https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13129 <p>Perdagangan krustasea merupakan salah satu aktivitas perikanan yang melibatkan lalu lintas komoditas antarnegara. Penelitian ini bertujuan menganalisis volume dan memetakan distribusi krustasea ekspor dan impor melalui BKHIT Banten selama 2023–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang dianalisis berdasarkan jenis, volume, negara asal, dan negara tujuan. Pemetaan dilakukan menggunakan ArcMap 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor terdiri atas <em>Panulirus </em>sp., <em>Portunus pelagicus</em>, <em>Scylla serrata</em>, dan <em>Squilla mantis</em>, sedangkan impor terdiri atas <em>Chionoecetes opilio </em>dan <em>Homarus americanus</em>. Volume ekspor Panulirus homarus meningkat 71,39%, sedangkan <em>Portunus pelagicus </em>menurun 51,76%. Volume impor <em>Homarus americanus </em>dan <em>Chionoecetes opilio </em>masing-masing menurun 84,79% dan 78,80%. Pemetaan menunjukkan distribusi ekspor lebih luas dibandingkan impor, dengan Cina dan negara Asia lainnya sebagai tujuan utama, sedangkan impor berasal dari Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat.</p> Zalsa Riski Stefani Copyright (c) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13129 Pemetaan Moluska Komoditas Ekspor Dan Impor Berdasarkan Data Balai Karantina Hewan Ikan Dan Tumbuhan Banten Tahun 2023-2025 https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13130 <p>Moluska merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi yang diperdagangkan melalui ekspor dan impor. Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis dan volume serta memetakan persebaran komoditas moluska melalui BKHIT Banten selama 2023–2025. Data sekunder berupa catatan lalu lintas moluska dianalisis berdasarkan jenis, kelas, volume, negara tujuan ekspor, dan negara asal impor menggunakan ArcGIS 10.8. Hasil menunjukkan terdapat 25 jenis ekspor dan 14 jenis impor. Ekspor didominasi <em>Babylonia spirata</em> dan <em>Anadara granosa</em>, sedangkan impor didominasi <em>Crassostrea gigas</em>. Volume ekspor menurun dari 9.293.033 individu pada 2023 menjadi 6.689.186 individu pada 2024 dan 1.019.840 individu pada 2025. Volume impor berfluktuasi dari 130,64 ton menjadi 224,27 ton dan 99,72 ton. China dan Korea Selatan merupakan negara tujuan ekspor dengan volume terbesar, sedangkan Jepang dan Korea Selatan merupakan negara asal impor terbesar. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan komposisi jenis, volume, dan persebaran perdagangan moluska selama 2023–2025.</p> Lia Aryanti, Moh Muhaemin, Atik Lestantun, M. Ghufron Purnama Copyright (c) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13130 Pemetaan Distribusi Volume Impor Ikan Demersal dan Pelagis di Bandar Udara Soekarno-Hatta Berdasarkan Data Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten Tahun 2023–2025 https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13052 <p>Impor komoditas ikan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dan industri perikanan nasional sehingga informasi mengenai karakteristik volume impor dan distribusi negara asal diperlukan sebagai dasar pengawasan lalu lintas komoditas perikanan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik volume impor ikan demersal dan pelagis serta memetakan distribusi negara asal berdasarkan data Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten Satuan Pelayanan Bandar Udara Soekarno-Hatta periode 2023–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan data sekunder berupa jenis ikan, volume impor, negara asal, dan waktu pemasukan komoditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paralichthys olivaceus merupakan komoditas ikan demersal dengan volume impor tertinggi, mencapai 80,76 ton pada tahun 2024, sedangkan Salmo salar mendominasi kelompok ikan pelagis dengan volume impor mencapai 2.718,01 ton pada tahun 2025. Distribusi impor ikan demersal berasal dari 2–3 negara dengan Jepang sebagai pemasok utama, sedangkan impor ikan pelagis berasal dari 4–5 negara dengan Australia sebagai pemasok utama. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa perubahan distribusi impor terjadi pada jumlah dan komposisi negara pemasok, namun pusat volume impor tetap terkonsentrasi pada negara yang sama selama periode penelitian. Penelitian memberikan informasi spasial mengenai pola distribusi impor ikan yang dapat mendukung pengawasan dan pengambilan kebijakan di bidang perkarantinaan ikan.</p> Harnum Nirmala Sari, Moh. Muhaemin, Kartika Eka Wardhani Copyright (c) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/13052 Struktur Komunitas dan Kesehatan Padang Lamun di Perairan Pulau Kongsi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/12976 <p>Padang lamun merupakan ekosistem pesisir yang penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas lamun, kualitas perairan, status kesehatan padang lamun, serta hubungan antara parameter kualitas perairan dengan kelimpahan lamun di Perairan Pulau Kongsi, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 menggunakan metode <em>purposive sampling</em> pada tiga stasiun pengamatan. Pengamatan meliputi identifikasi jenis lamun, kerapatan, persentase penutupan, pengukuran parameter kualitas perairan, serta analisis hubungan antarvariabel menggunakan <em>Principal Component Analysis</em> (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas lamun tersusun atas dua spesies, yaitu <em>Enhalus acoroides</em> dan <em>Thalassia hemprichii</em>. Nilai kerapatan <em>Enhalus acoroides</em> berkisar 3–77 ind/m², sedangkan <em>Thalassia hemprichii</em> berkisar 238–420 ind/m². Persentase penutupan total lamun berkisar 31,14–64,78%, dengan kondisi padang lamun pada stasiun 1 dan 2 tergolong kurang kaya, sedangkan stasiun 3 tergolong kaya. Kondisi kualitas perairan secara umum masih mendukung pertumbuhan lamun, yang ditunjukkan oleh kisaran suhu 29–31°C, salinitas 29,1–30,1 ppt, pH 6,98–7,57, oksigen terlarut 6,04–8,30 mg/L, kecepatan arus 0,018–0,025 m/s, kedalaman 0,08–0,60 m, dan kecerahan 100%. Sementara itu, konsentrasi nitrat 0,379–0,620 mg/L dan ortofosfat 0,055–0,080 mg/L terukur melebihi baku mutu kualitas air laut. Berdasarkan persentase penutupan, padang lamun di Perairan Pulau Kongsi termasuk dalam kategori kurang sehat. Analisis PCA menunjukkan bahwa komponen utama pertama (PC1) menjelaskan 55,10% variasi data, sedangkan komponen utama kedua (PC2) menjelaskan 23,79%, sehingga total keragaman data yang dapat dijelaskan mencapai 78,89%. Analisis PCA menunjukkan bahwa suhu, salinitas, kedalaman, kecepatan arus, oksigen terlarut, merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap variasi kelimpahan lamun.</p> syariah nurshina, Rara Diantari, Darma Yuliana, Putu Cinthia Delis Copyright (c) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/12976 Struktur Komunitas Makrozoobentos Di Perairan Pulau Kongsi, Pulau Pari, Dan Pulau Burung, Kepulauan Seribu, Jakarta https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/12973 <p>Perairan Kepulauan Seribu, terutaman Pulau Kongsi, Pulau Pari dan Pulau Burung mengalamai tekanan lingkunga akibat aktivitas antropogenik seperti pariwisata, limbah domestik, dan kontruksi yang dimungkinkan dapat mempengaruhi struktur komunitas makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makrozoobentos dan menganalisis hubungan struktur komunitas makrozoobentos dengan parameter kualitas air di setiap pulau tersebut. Penelittian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2026 menggunakan metode <em>purposive sampling. </em>Pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan dengan transek berukuran 1 m x 1 m dengan menggunakan alat bantu sekop pada kedalaman 0-30 cm sebanyak 2 kali periode pengambilan. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, <em>total organic matter </em>(TOM) dan tipe substrat. Data di analisis menggunakan indeks ekologi, kurva ABC (<em>Abundance and Biomass Comparison</em>), PCA (<em>Parincipal Component Analysis</em>), dan analisis spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air di setiap lokasi penelitian masih dalam baku mutu biota laut. berdasarkan hasil pengamatan ditemukan beberapa jenis Gastropoda dan Bivalvia yang mendominasi lokasi penelitian. Hasil perhitungan nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang, keseragaman tergolong tinggi, dan dominasi tergolong rendah. Hasil kurva ABC dari ketiga pulau menunjukan bahwa kondisi lingkungan makrozoobentos yang relatif stabil tidak mengalami tekanan tinggi Hasil analisis PCA dan korelasi spearman menunjukkan bahwa salinitas, suhu, DO, tipe susbstrat, dan TOM memiliki hubungan terhadap struktur komunitas makrozoobentos pada masing-masing pulau. Kesimpulannya komunitas makrozoobentos didominasi kelas Gastropoda dan Bivalvia, dengan Asteroidea, Echinoidea, Holothuroidea, serta Crustacea, yang ditemukan pada lokasi penelitian. Parameter kualitas perairan, terutama salinitas, suhu, DO, TOM, dan substrat, berpengaruh terhadap struktur komunitas makrozoobentos.</p> Al Muhafit Fauzi, Herman Yulianto, Darma Yuliana, Henni Wijayanti Maharani Copyright (c) https://www.jurnal.fp.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/JPBP/article/view/12973